Yogyakarta – Dalam rangka memperkuat standardisasi kompetensi lulusan serta menjawab kebutuhan dunia kerja yang terus berkembang, Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) P1 Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta melakukan persiapan pengembangan skema sertifikasi profesi baru yang direncanakan untuk tahun 2026.
Persiapan tersebut dilaksanakan melalui rangkaian workshop penyusunan skema sertifikasi yang telah diselenggarakan sebanyak lima kali pertemuan. Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam memastikan bahwa skema baru yang akan diusulkan telah memenuhi ketentuan dan standar yang ditetapkan oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).
Seluruh rangkaian workshop mendapatkan pendampingan langsung dari Wakil Rektor I Bidang Akademik UNISA Yogyakarta, Dr. Sulityaningsih, MH.Kes.,, sebagai bentuk dukungan institusional terhadap penguatan sistem sertifikasi profesi di lingkungan universitas. Selain itu, kegiatan ini menghadirkan Bapak Filosa Gita Sukmono, S.I.Kom., MA sebagai narasumber utama yang memberikan pendampingan teknis dalam proses penyusunan dokumen skema.
Pendampingan akademik ini bertujuan untuk memastikan bahwa skema sertifikasi baru yang disiapkan mampu selaras dengan kurikulum program studi serta relevan dengan standar kompetensi dunia kerja, sehingga lulusan UNISA Yogyakarta memiliki bekal kompetensi yang terukur dan diakui secara nasional.
Dalam pemaparannya, Bapak Filosa Gita Sukmono menekankan pentingnya ketelitian dalam menyusun Dokumen Skema Sertifikasi dan Materi Uji Kompetensi (MUK). Penetapan unit-unit kompetensi harus disesuaikan dengan profil lulusan dan kebutuhan profesi, agar skema yang diusulkan benar-benar siap untuk diajukan dan diimplementasikan pada tahap berikutnya.
Melalui rangkaian workshop tersebut, LSP UNISA Yogyakarta bersama program studi berhasil menyusun sebanyak delapan draft skema sertifikasi baru. Draft skema ini diusulkan oleh Program Studi S1 Akuntansi, S1 Ilmu Komunikasi, S1 Administrasi Publik, S1 Gizi, S1 Kebidanan, S1 Keperawatan, dan S1 Keperawatan Anestesi, dan S2 Kebidanan. Seluruh draft masih berada pada tahap persiapan dan penajaman substansi sebelum memasuki proses pengajuan resmi.
Secara umum, persiapan skema baru ini mencakup beberapa bidang strategis, antara lain kesehatan, sosial dan komunikasi, serta manajemen, yang disesuaikan dengan karakteristik keilmuan dan kebutuhan kompetensi masing-masing program studi.
Tahapan selanjutnya setelah workshop adalah verifikasi dan evaluasi internal terhadap draft skema yang telah disusun. Setelah dinyatakan siap, dokumen akan diajukan kepada BNSP sebagai bagian dari proses permohonan lisensi penambahan skema sertifikasi pada tahun 2026.
Ketua LSP UNISA Yogyakarta menyampaikan bahwa rangkaian workshop ini merupakan bentuk komitmen LSP dalam mempersiapkan skema sertifikasi secara matang dan terstruktur. Diharapkan, proses persiapan ini dapat berjalan optimal sehingga skema baru yang diusulkan benar-benar siap mendukung peningkatan kompetensi mahasiswa di masa mendatang.
Melalui persiapan yang berkelanjutan dan kolaborasi dengan berbagai pihak, LSP P1 UNISA Yogyakarta terus berupaya memperkuat perannya dalam mendukung lulusan yang kompeten, profesional, dan siap menghadapi tantangan dunia kerja.
Melalui rangkaian workshop tersebut, LSP UNISA Yogyakarta bersama program studi berhasil menyusun sebanyak delapan draft skema sertifikasi baru. Draft skema ini diusulkan oleh Program Studi S1 Akuntansi, S1 Ilmu Komunikasi, S1 Administrasi Publik, S1 Gizi, S1 Kebidanan, S1 Keperawatan, dan S1 Keperawatan Anestesi. Seluruh draft masih berada pada tahap persiapan dan penajaman substansi sebelum memasuki proses pengajuan resmi.
Secara umum, persiapan skema baru ini mencakup beberapa bidang strategis, antara lain kesehatan, sosial dan komunikasi, serta manajemen, yang disesuaikan dengan karakteristik keilmuan dan kebutuhan kompetensi masing-masing program studi.
Tahapan selanjutnya setelah workshop adalah verifikasi dan evaluasi internal terhadap draft skema yang telah disusun. Setelah dinyatakan siap, dokumen akan diajukan kepada BNSP sebagai bagian dari proses permohonan lisensi penambahan skema sertifikasi pada tahun 2026.
Ketua LSP UNISA Yogyakarta menyampaikan bahwa rangkaian workshop ini merupakan bentuk komitmen LSP dalam mempersiapkan skema sertifikasi secara matang dan terstruktur. Diharapkan, proses persiapan ini dapat berjalan optimal sehingga skema baru yang diusulkan benar-benar siap mendukung peningkatan kompetensi mahasiswa di masa mendatang.
Melalui persiapan yang berkelanjutan dan kolaborasi dengan berbagai pihak, LSP P1 UNISA Yogyakarta terus berupaya memperkuat perannya dalam mendukung lulusan yang kompeten, profesional, dan siap menghadapi tantangan dunia kerja.