Yogyakarta, 20 April 2026 — Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) P1 Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta (UNISA) melaksanakan kegiatan benchmarking ke LSP Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) pada Senin (20/04). Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pengembangan dan peningkatan mutu layanan sertifikasi profesi, khususnya dalam aspek digitalisasi proses uji kompetensi (UKom).
Kunjungan ini bertujuan untuk memperoleh wawasan, berbagi pengalaman, serta mempelajari praktik terbaik (best practices) yang telah diterapkan oleh LSP UMY dalam mengelola sistem uji kompetensi berbasis digital. Transformasi digital dalam pelaksanaan uji kompetensi menjadi salah satu fokus utama LSP UNISA Yogyakarta dalam meningkatkan efisiensi, akuntabilitas, dan kualitas layanan kepada peserta sertifikasi.
Selain itu, penguatan digitalisasi ini juga merupakan bagian dari tindak lanjut atas Surat Edaran Rektor No. 541/UNISA/Au/IV/2026 tentang Penyesuaian Pola Kerja, Efisiensi Sumber Daya, dan Penerapan Green Campus. Implementasi digitalisasi dalam proses uji kompetensi diharapkan dapat mendukung efisiensi operasional serta menjadi langkah nyata dalam mewujudkan program green campus, khususnya melalui pengurangan penggunaan kertas dalam pelaksanaan sertifikasi.
Dalam kegiatan tersebut, tim LSP UNISA Yogyakarta berkesempatan untuk berdiskusi secara langsung dengan tim LSP UMY terkait pengelolaan sistem informasi, alur proses asesmen, hingga strategi implementasi digitalisasi dalam kegiatan sertifikasi profesi.
Ketua LSP UMY, Ir. Sunardi, S.T., M.Eng., Ph.D, menyambut baik kegiatan benchmarking ini sebagai bentuk kolaborasi antar lembaga dalam meningkatkan kualitas pelaksanaan sertifikasi profesi.
Sementara itu, Ketua LSP P1 UNISA Yogyakarta, Endang Koni Suryaningsih, S.ST., MSc.N-M., Ph.D, menyampaikan bahwa kegiatan benchmarking ini merupakan langkah strategis dalam mendukung pengembangan skema sertifikasi baru tahun 2026 serta peningkatan kapasitas kelembagaan. “Melalui kegiatan ini, kami berharap dapat mengadopsi praktik-praktik baik yang relevan untuk diterapkan di LSP UNISA Yogyakarta, khususnya dalam mendukung digitalisasi proses uji kompetensi,” ujarnya.
Kegiatan benchmarking ini juga diharapkan dapat mempererat kerja sama antar lembaga sertifikasi profesi di lingkungan perguruan tinggi, sehingga mampu mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia yang kompeten dan tersertifikasi sesuai standar nasional.
Dengan adanya kegiatan ini, LSP UNISA Yogyakarta berkomitmen untuk terus berinovasi dan meningkatkan kualitas layanan sertifikasi profesi yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan dunia kerja, sekaligus sejalan dengan kebijakan efisiensi dan pengembangan kampus berkelanjutan.

