Saat Gejolak Menghantam Pasar Kerja, Kompetensi Jadi Kunci
Lapangan pekerjaan di Indonesia saat ini tengah menghadapi dinamika yang cukup kompleks. Gejolak ekonomi global, perubahan kebijakan nasional, serta perkembangan teknologi yang begitu cepat membuat dunia kerja mengalami pergeseran signifikan. Banyak perusahaan melakukan penyesuaian, baik dengan efisiensi tenaga kerja maupun peningkatan kebutuhan pada bidang tertentu. Kondisi ini membuat persaingan antar pencari kerja semakin ketat, terutama bagi lulusan baru yang sering kali mengalami kesenjangan antara kemampuan yang dimiliki dengan standar kompetensi yang dibutuhkan industri.
Tingginya tingkat pengangguran terbuka di kalangan lulusan muda menjadi salah satu persoalan yang terus mencuat. Sementara itu, dunia industri bergerak dengan cepat dan menuntut tenaga kerja yang adaptif, khususnya pada bidang-bidang yang dipengaruhi langsung oleh kemajuan teknologi dan kesehatan. Persaingan kerja juga semakin terbuka, tidak hanya antar daerah, tetapi juga antar negara, seiring dengan arus globalisasi dan keterbukaan pasar tenaga kerja.
Dalam situasi seperti ini, sertifikasi kompetensi menjadi salah satu solusi strategis. Sertifikasi tidak hanya berfungsi sebagai dokumen formal, tetapi juga sebagai bukti nyata bahwa seseorang memiliki keterampilan sesuai standar yang diakui secara nasional maupun internasional. Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP), khususnya LSP P1 yang berada di lingkungan perguruan tinggi, hadir untuk menjembatani kesenjangan antara dunia akademik dan kebutuhan nyata industri. Melalui sertifikasi, mahasiswa dan lulusan dapat menunjukkan bahwa mereka siap bersaing dengan kemampuan yang terukur dan diakui secara resmi.
Bagi generasi muda, gejolak lapangan pekerjaan seharusnya tidak dilihat sebagai hambatan, melainkan sebagai tantangan yang dapat dihadapi dengan kesiapan kompetensi. Mereka yang memiliki sertifikasi akan tampil lebih percaya diri di hadapan pemberi kerja, karena pengakuan tersebut memberikan nilai tambah dibandingkan hanya mengandalkan ijazah akademik. Dengan demikian, sertifikasi kompetensi bukan sekadar pilihan, tetapi sudah menjadi kebutuhan untuk meningkatkan daya saing.
Pada akhirnya, gejolak di dunia kerja Indonesia adalah pengingat bahwa pasar tenaga kerja selalu berubah mengikuti perkembangan zaman. Kesiapan individu dalam menguasai keterampilan, kemampuan beradaptasi, serta bukti profesionalisme berupa sertifikasi menjadi kunci utama untuk menghadapi tantangan tersebut. Dalam konteks ini, LSP P1 UNISA Yogyakarta hadir sebagai salah satu pilar penting yang mendukung mahasiswa dan lulusan agar memiliki sertifikasi kompetensi sesuai bidangnya. Dengan langkah tersebut, diharapkan generasi muda UNISA Yogyakarta mampu tampil unggul, kompetitif, dan siap berkontribusi bagi masa depan bangsa.